MEDIA E-LEARNING

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam hal ini. Maka dari itu perlu ditingkatkannya kualitas pendidikan itu sendiri yang sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan, termasuk kurikulum, materi, pendidik, metode pembelajaran, dan juga media yang digunakan dalam pembelajaran.

Dalam pendidikan terdapat proses belajar mengajar, yang pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari pendidik kepada peserta didik. Pesan/ informasi akan sampai kepada peserta didik apabila peserta didik dapat menangkap dan memahami isi pesan tersebut. Terkadang pesan/ informasi tersebut tidak sampai kepada peserta didik karena faktor-faktor tertentu sehingga dibutuhkan alat bantu atau media dalam penyampaian pesan tersebut. Selain itu, proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik jika peserta didik diajak untuk melibatkan semua alat inderanya, karena semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah pesan semakin banyak pula pesan yang dapat dimengerti dan bertahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan menggunakan media dalam penyampaian pesan, maka peluan untuk menggunakan semua indera peserta didik lebih banyak, sehingga media sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu media yang berbasis komputer berupa internet. Dengan internet peserta didik dapat mengakses materi dengan cepat. Untuk lebih jelas mengetahui tentang media e-learning, akan dibahas dalam bab selanjutnya.

  1. B.       Rumusan Masalah
    1. Apa yang dimaksud dengan e-learning?
    2. Apa saja jenis e-learning?
    3. Bagaimana proses pengembangan e-learning?
    4. Bagaimana pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran?
    5. Apa saja kelebihan dan kekurangan e-learning?
    6. Bagaimana contoh penerapan e-learning pada pembelajaran?
  2. C.      Tujuan dan Kegunaan Penulisan
    1. Tujuan Penulisan
      1. Untuk mengetahui pengertian e-learning.
      2. Untuk mengetahui jenis e-learning.
      3. Untuk mengetahui proses pengembangan e-learning.
      4. Untuk mengetahui pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.
      5. Untuk mengetahui kelebihan & kekurangan e-learning.
      6. Untuk mengetahui penerapan e-learning dalam pembelajaran
      7. Kegunaan Penulisan
        1. Secara teoritis

Memberikan tambahan pengalaman dan khasanah keilmuan tentang media e-learning.

  1. Secara praktis

Dari hasil tambahan pengetahuan tentang e-learning ini dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan langkah-langkah praktis.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.      Pengertian E-learning

Online learning juga biasa disebut electronic learning atau e-learning, merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer.[1] Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet. Clark dan Mayer mengemukakan e-learning adalah pembelajaran yang disampaikan dalam komputer dengan CD-ROM, internet, atau intranet dengan bentuk:[2]

  1. Memasukkan materi yang relevan dengan tujuan.
    1. Menggunakan unsur-unsur media seperti kata-kata, gambar, untuk menyajikan materi dan mtode.
    2. Menggunakan metode pembelajaran seperti, contoh dan praktek yang membantu belajar.
    3. Membagun pengetahuan dan keterampilan baru yang dikaitkan dengan tujuan belajar atau meningkatkan kinerja.

E-learning merupakan sistem pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik sebagai alat untuk membantu kegiatan pembelajaran[3], yang dalam arti luas mencakup pembelajaran yang dilakukan dengan media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. Secara formal misalnya berupa kurikulum, silabus, mata pelajaran,dan tes yang telah diatur sesuai jadwal oleh pihak-pihak terkait, yaitu pengelola e-learning. Dengan e-learning pembelajaran akan lebih menarik karena tampilan di layarnya bisa dibuat variatif yang menarik.[4] Pembelajaran ini dapat juga disebut pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh Perguruan Tinggi dan biasanya perusahaan konsultan yang bergerak dibidang penyedia jasa e-learning untuk umum. Sedang secara informal misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau web pribadi, dan perusahaan yang mensosialisasikan untuk masyarakat. Biasanya jasa seperti ini gratis.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lain.[5]

  1. B.       Jenis E-learning

Berdasarkan teknologi informatika yang digunakan, e-learning kemudian dikelompokkan berdasarkan basis teknologi, yaitu sebagai berikut:

  1. Computer Based Training (CBT)

Sistem CBT ini mulai berkembang di tahun 80-an dan masih berkembang terus sampai sekarang. Hal ini ditunjang antara lain oleh perkembangan sistem animasi yang kian menarik dan realistis (misalnya aiatem animasi 3 Dimension).

  1. Web Based Training (WBT)

Sistem ini merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Sehingga dengan menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua arah antar pengguna. Namun lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini bergantung kepada infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Kendala penerapan konsep ini terletak pada kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih belum merata. Pada dasarnya,terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih, yakni:

  1. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
  2. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet
  3. Sepenuhnya melalui internet.

Salah satu komponen WBT yang sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan sebagai alat belajar mengajar di virtual classes ataupun virtual universities.[6]

  1. C.      Proses Pengembangan E-learning

Untuk mengembangkan program e-learning ada beberapa tahapan, dimulai dengan:[7]

  1. Analisis Kebutuhan

Tujuan yang diharapkan dicapai oleh suatu lembaga atau organisasi. Contoh: Dosen menerapkan teknologi e-learning. Pada akhir semester prestasi mahasiswa kurang menggembirakan sehingga pimpinan mengambil keputusan bahwa e-learning diganti dengan tatap muka karena e-learning tidak cocok dengan gaya belajar mahasiswa yang bersangkutan. Padahal apabila dianalisis, mahasiswa sangat antusias. Pada kasus ini problem bukan terletak dari pada motivasi menurun atau e-learning kurang tepat, tetapi karena program e-learning tidak terakses disebabkan padatnya jaringan.

  1. Mendeskripsikan tingkat kinerja/kompetensi yang ingin dicapai

Deskripsi ini diperlukan untuk menetapkan materi pembelajaran, yang harus dipelajari sehingga dipersiapkan dengan baik. Langkah ini berarti memilih materi serta pengalaman belajar yang sesuai untuk mendukung pencapaian kompetensi.

  1. Menetapkan metode dan media pembelajaran

Berbagai metode serta media yang biasa digunakan dikelas tatap muka kemungkinan dapat diterapkan juga pada kelas online.

  1. Menentukan jenis evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran

Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran, evaluasi berupa balikan atau revisi tugas-tugas. Oleh karena itu pendekatan e-learning berupa pembelajaran mandiri, maka pembelajar harus mengevaluasi diri sendiri sehingga mengetahui tingkat keberhasilannya.

 

  1. D.      Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran
    1. Media berbasis komputer

Teknologi komputer mengalami kemajuan pesat dan luar biasa, baik dari segi hardware maupu softwarenya. Seiring berkembanganya program-program serta aplikasi yang dapat dipasang, komputer memberikan kelebihan dalam berbagai bidang kegiatan pembelajaran seperti untuk produksi media slide, media gerak dan media audio visual. Kiranya dalam era sekarang ini seorang pendidik haruslah mampu menguasai teknologi komputer, meski masih dalam taraf sederhana. Teknologi komputer sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik eksak, sosial maupun materi agama selama seorang pendidik bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, dan tentu tetap didasarkan pada pencapaian tiga ranah peserta didik berikut ini:[8]

  1. Ranah Kognitif

Dalam pencapaian ranah kognitif komputer dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan.

  1. Ranah Afektif

Ranah afektif bisa dicapai dengan menggunakan clip, film, suara atau video yang isinya menggugah perasaan. Peserta didik diajak untuk menghayati desain yang dibuat serta mengenalisis baik gambar atau suara.

  1. Ranah Psikomotorik

Ranah psikomotorik dapat dicapai dengan komputer dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.

  1. Media berbasis internet
    1. E-Mail

Elekktronic Mail atau yang lebih dikenal dengan E-Mail yang dapat diartikan “Surat Elektronik”, merupakan surat yang pengirimannya menggunakan sarana elektronik yakni dengan menggunakan jaringan internet.[9] Perlu diketahui bahwa pesan yang dikirim berbentuk suatu dokumen atau teks bahkan gambar, tentunya yang dapat diterima oleh komputer lain dengan sarana internet.[10] Peserta didik dapat menggunakan e-mail untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tugas, dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pendidik di luar kegiatan belajar mengajar, dan dapat berkomunikasi lewat e-mail dengan teman-teman, guru, maupun yang lainnya.

  1. Blog

Istilah blog merupakan kependekan dari web blog. Jika diidentifikasi dari penggalan katanya web dan log dapat diartikan sebagai “catatan perjalanan” yang tersimpan dalam website.[11] Blog dapat dijadikan website yang berisikan materi pelajaran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, gambar, bahkan foto, maupun coretan warna warni yang membuatnya lebih menarik. Blog sebagai media pembelajaran setidaknya ada tiga metode yang bisa diupayakan yaitu:[12]

1)   Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menulis materi belajar, tugas,maupun bahan diskusi di blognya kemudian murid bisa berdiskusi dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut.

2)   Blog guru dan murid yang saling berinteraksi. Guru dan murid harus memiliki blog masing-masing sebagai sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.

3)   Komunitas bloger pembelajar. Sebuah blog sebagai pusat pembelajaran dengan guru-guru dan siswa dari berbagai sekolah bisa tergabung dalam komunitas blogger pembelajar tersebut.

  1. Mesin Pencarian (Search Engine)

Search Engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna dalam mencari apa yang diinginkan,[13] dengan kata lain search engine dirancang khusus untuk menyimpan katalog dan menyusun daftar alamat berdasarkan topik tertentu. Mesin pencarian ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai bahan belajar dan informasi melalui media internet. Telah tersedia banyak situs search engine yang dapat digunakan untuk mencari informasi di internet, diantaranya Yahoo, bing, amazon.com, eBay, Wikipedia, Babylon, dan google. Tetapi yang sering kita gunakan adalah google, yang dapat diakses melalui http://www.google.com.  Untuk melakukan pencarian informasi yang diinginkan, kita harus memasukkan kata kunci (keyword) pada kotak pencarian. Misalnya untuk mencari materi Sejarah Kebudayaan Islam tentang Khalifah Umar bin Khattab, maka kata kunci yang kita tuliskan adalah Umar bin Khattab, lalu tekan tombol enter pada keyboard, maka google akan mencari halaman web yang mengandung kata Umar bin Khattab.

  1. E.       Kelebihan & Kekurangan E-learning

Kelebihan e-learning, diantaranya:

  1. E-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat studi lebih ekonomis (dalam kasus tertentu).
  2. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.[14]
  3. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
  4. Dapat menyajikan variasi media.
  5. Memperoleh informasi mutakhir (up date).
  6. Mudah dan cepat dalam mengakses.
  7. Komunikasi yang luwes.
  8. Biaya ringan.

Disamping e-learning memiliki kelamahan, diantaranya:

  1. Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning ini.[15]
  2. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
  3. Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
  4. Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.[16]
  5. Materi tidak sesuai dengan umur pebelajar.
  6. Pemanfaatan hak cipta untuk tugas-tugas sekolah.
  7. Perkembangan yang tidak terprediksikan.
  8. Pengaksesan yang memerlukan sarana tambahan.
  9. Kecepatan mengakses yang tidak stabil.
  10. Kurangnya pengontrolan kualitas.[17]
  11. F.       Penerapannya

Mata Pelajaran                 : Fiqih

Kelas / Semester               : X / I

Materi Pokok                   : Macam Najis & Cara mensucikannya

Alokasi Waktu                 : 1×45 menit

  1. Standar Kompetensi    :

Peserta didik  dapat memahami bab thaharah.

  1. Kompetensi Dasar       :

Peserta didik dapat memahami macam-macam najis dan cara mensucikannya.

  1. Indikator                     :
    1. Peserta didik mampu menjelaskan arti najis.
    2. Peserta didik mampu menyebutkan macam-macam najis.
    3. Peserta didik mampu mempraktekkan cara mensucikan dari najis tersebut.
    4. Karakter

Rasa ingin tahu, aktif, disiplin.

  1. Tujuan

Dengan media, metode dan strategi yang digunakan diharap mampu menciptakan pembelajaran yang menarik dan memberi kemudahan bagi peserta didik dalam menjelaskan pengertian najis, menyebutkan macam-macam najis, dan mempraktekkan cara mensucikan dari najis tersebut.

  1. Materi
    1. Pengertian najis, beserta macamnya.
    2. Penjelasan tentang cara mensucikan dari najis.
    3. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Kegiatan awal (5 menit)

Guru Mengawali pelajaran dengan doa

Apersepsi dan motivasi

2. Kegiatan inti (35 menit)

Eksplorasi     : Guru bertanya kepada peserta didik tentang pengertian najis

Elaborasi       : Guru memberi penjelasan tentang pengertian dan macam najis beserta cara mensucikannya dengan media e-learning (powerpoint/ movie/ blog/ internet)

Konfirmasi  : Guru menyimpulkan materi

Guru memberikan tugas (PR) kepada peserta didik melalui media elektronik, yang kemudian siswa diperintahkan untuk mengumpulkan melalui email.

3. Kegiatan akhir (5 menit)

Guru menutup pembelajaran dengan doa.

  1. Sarana/Alat

1. Kertas                                              4. Laptop

2. Pulpen/ alat tulis                              5. Proyektor

3. Papan tulis dan spidol                     6. Speaker

  1. Penilaian
    1. Teknik                  : Tertulis & lisan
    2. Bentuk Instrumen            : Tugas individu, tugas kelompok & pengamatan
    3. Soal
      1. Tugas Individu
        1. Apa yang dimaksud dengan najis?
        2. Sebutkan macam-macam najis !
        3. Apabila kaki kita dijilat oleh anjing, bagaimana cara membersihkannya?
        4. Mengapa najis mughallazdah pada basuhannya sekali dicampuri tanah?
        5. Tugas kelompok

Buatlah naskah mini drama dengan tema najis & cara mensucikannya, lalu dipentaskan pada pertemuan berikutnya !

 

 

BAB III

KESIMPULAN

Jadi, e-learning, merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Yang dapat dikembangkan dengan langkah yang pertama analisis kebutuhan, kedua kompetensi yang ingin dicapai, ketiga menetapkan metode dan media pembelajaran, dan yang terakhir menentukan jenis evaluasi. E-Learning ini adalah media elektronik, yang dalam hal ini komputer dan internet yang meliputi, power point, macromedia flash, email, search engine, dan blog.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anitah, Sri. 2009. Media Pembelajaran. Surakarta: UNS Press.

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Fasthea, Sholeh. 2009. Panduan Praktis Ms Office 2007 dan Internet. Yogyakarta: DPP Fakultas Tarbiyah.

____. 2011. Aplikasi Office Profesional; Microsoft Office, Internet & Desain Grafis. Yogyakarta: Laboratorium TIK Fakultas Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Kalijaga.

Jasmadi. 2004. Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet. Yogyakarta: Andi.

Munir. 2009. Pembelajaran Jarak Jauh. Bandung: Alfabeta.

Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia.

Suteja, Bernard Renaldy dkk. 2008. Memasuki Dunia E-Learning. Bandung: Informatika.

Sumber internet:

http://ilessen-fscada.blogspot.com/2012/02/kelebihan-dan-kekurangan-e-learning.html

http://indrayani.staff.ipdn.ac.id/?p=56

http://wilis.himatif.or.id/download/model-model%20e-learning.pdf

http://www.laboratorium-tik.blogspot.com/search/label/Media%20pendidikan

 


[1] Sri Anitah, Media Pembelajaran, (Surakarta: UNS Press, 2009), hal. 127

[2] Ibid.

[3] Daryanto, Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Gava Media, 2010), hal. 168

[4] Munir, Pembelajaran Jarak Jauh, (Bandung: Alfabeta, 2009), hal. 48

[5] http://indrayani.staff.ipdn.ac.id/?p=56 , diakses pada hari Jum’at 26 Oktober 2012, pukul 11.00 WIB.

[6] http://wilis.himatif.or.id/download/model-model%20e-learning.pdf, diakses pada hari Senin 29 Oktober 2012, pukul 08.38 WIB

[7] Sri Anitah, Media, hal. 144-145

[8] http://www.laboratorium-tik.blogspot.com/search/label/Media%20pendidikan, diakses pada hari Senin 12 November 2012, pukul 8.56 WIB

[9] Jasmadi, Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet, (Yogyakarta: Andi, 2004), hal. 85

[10] Sholeh Fasthea, Panduan Praktis Ms Office 2007 dan Internet, (Yogyakarta: DPP Fakultas Tarbiyah, 2009), hal. 83

[11] Bernard Renaldy Suteja, dkk., Memasuki Dunia E-Learning, (Bandung: Informatika, 2008), hal. 328

[12] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran, (Yogyakarta: Pedagogia, 2012), hal. 249-250

[13] Sholeh Fasthea, Aplikasi Office Profesional; Microsoft Office, Internet & Desain Grafis, (Yogyakarta: Laboratorium TIK Fakultas Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2011), hal. 92

[14] Sukiman, Pengembangan , hal. 212

[15] Ibid., hal. 213

[16] http://ilessen-fscada.blogspot.com/2012/02/kelebihan-dan-kekurangan-e-learning.html, diakses pada hari Senin 29 Oktober 2012, pukul  9.43 WIB.

[17] Sri Anitah, Media, hal. 135-136

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s